Arab saudi berjihad, ISIS tepuk jidat
Abu Husein At-Thuwailibi_
Akhi, Arab Saudi adalah Kerajaan Islam yang melandasi
undang-undang nya pada Al-Qur'an & As-Sunnah. Negeri Tauhid yang di berkahi disebabkan dua tanah suci terpelihara
di dalamnya, tempat bersejarah dimana Nabi di lahirkan dan situ pula Nabi di wafatkan_ Allahumma Shalli Wa Sallim 'Alaih...
Negeri Tauhid yang sangat di benci oleh dua aliran TAKFIRI; yakni Syi'ah & Khawarij.
Negeri yang penuh berkah yang tak kan pernah di sentuh oleh Dajjal di akhir zaman_
Negeri yang sempat di pimpin oleh Raja yang cinta dunia takut mati dan sempat mengundang berbagai kontroversi,
namun disebabkan ketaatan dan kepatuhan rakyatnya terhadap agama, disebabkan kesabaran dan gigihnya para
Ulama,
maka Allah pun mengangkat pemimpin yang shalih lagi
taqwa yang kini datang mengguncang dunia, dialah Al-Malik
Salman Bin Abdil 'Aziz Hafizhahullahu Ta'ala_ semoga Allah
memanjangkan umurnya dalam kepemimpinan Islam dan Jihad Fii Sabiilillah. Aamiin.
Kebangkitan Islam itu pun kini melecuti, para pejuang Ka'bah
yang kini mengaung bagaikan singa-singa pemberani, yang
telah meluluhlantah kan bajingan-bajing
mengguncang alam dari ujung langit sampai ujung bumi,memunculka
hati setiap Mukmin sejati_
Allah Ta'ala mengirimkan para Mujahidin melalui koalisi dari berbagai negara Sunni, yang di pimpin oleh seorang Raja dari negeri Saudi, untuk menggempur dan menginvansi para
penjajah keturunan Majusi, di negeri yaman yang dahulu pernah di do'akan baginda Nabi_
Akan tetapi, perjuangan suci ini tak luput dari pandangan hasad dan iri para pendengki, kaki tangan Iblis dan Setan
yang menjadi musuh Muslim sejati, mereka lah ayam-ayam dan bebek-bebek busuk pecinta Al-Baghdadi, seorang
"khalifah" imitasi yang durhaka pada Syaikh Aiman Azh-Zhawahiri dan mengkhianati para Ulama Jihadi_
Bagaikan anjing-anjing rabies yang stres dan kebingungan mencari mangsa,
mereka melontarkan caci maki dan muram
durja pada kerajaan Saudi Arabia_
silahkan simak kebingungan salah seorang pecinta "Daulah
Islamiyah", dia berkata dalam statunya:
“Bismillah, berita terbaru ini adalah tentang penyerangan Saudi Arabia kepada Syi'ah Houtsi di yaman. Saya tidak
masalah jika para penganut agama Syi'ah di bunuh. Yang jadi
pertanyaan saya adalah, APA DI BALIK SERANGAN SAUDI KE AGAMA SYI'AH INI !
Apa ada unsur pencitraan !
Atau Saudi ingin merebut hati kaum Muslimin dalam
memerangi Syi'ah, karena selama ini yang terkenal memerangi Syi'ah adalah ISIS, sehingga banyak juga kaum Muslimin yang
pro dengan ISIS.
Jadi sangat wajar kita bertanya tentang ini, karena bagi yang
tau hakikat Saudi, maka hal ini tidak lah aneh, mengingat
kerajaan Saudi ini
JAGO ACTING dihadapan kaum Muslimin.
Wallahu A'lam".
[Selesai Kutipan]
Demikianlah rintihan seekor anak kerbau yang tengah kebingungan mencari induknya_ bagaikan anjing rabies yang sedang kelaparan mencari bangkai_
hadaahullah !!
Izinkan hamba menyambut rintihan anak kerbau yang sedang
kerasukan jin ifrit ini, tanggapan untuk mu wahai pecinta Al- Baghdadi, dari seorang At-Thuwailibi_
Tatakala arab saudi "diam membisu" dalam aksi jihad membela kaum terjajah, kau katakan sebagai boneka amerika,
kini tiba Arab Saudi beraksi dalam Jihad menumpas para
penganut agama persia, kau katakan sebagai aksi Sandiwara_
Kemana Akal mu ??
Kemana Hati nurani mu ??
Kemana pergi nya akal sehat mu ??
Permulaan dari sebuah episode kebangkitan Saudi adalah berjihad menyerang syi'ah majusi,
sedangkan ISIS “berjihad” menyerang para Mujahidin dan membunuhi para pejuang !!
Mereka jihad kau katakan acting_
Mereka diam kau katakan qa'iduun_
Mereka menyerang Syi'ah kau katakan pencintraan_
Lalu, yang benar yang mana ??
Apakah yang boleh jihad hanya ISIS saja ?!
Yang boleh menyerang Syi'ah hanya ISIS saja ?!
Bila saudi berjihad itu engkau anggap pencitraan, lalu kalau
ISIS "berjihad" membunuhi mujahidin dengan alasan "murtad",
"shahawaat", apakah itu ibadah ??
IBADAH DENGAN MENUMPAHKAN DARAH ORANG-ORANG
BERIMAN !?
Lantas, apakah menyerang para pejuang kemerdekaan Suriah
itu kau anggap JIHAD??
Muutu Bi-Ghoidhikum !!
0 komentar:
Posting Komentar